Loading...

Realita Cinta Kehidupan

Manusia dilahirkan dengan kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Dan karena itulah...


Manusia dilahirkan dengan kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Dan karena itulah manusia menjadi makhluk paling sempurna di Bumi ini. Akal pikiran dan perasaan hati, itu semua ada dalam diri manusia. Dengan akal pikiran manusia dapat melakukan suatu hal dengan sangat baik. Ini yang membedakan manusia dengan hewan yang memang tidak memiliki akal. Hati membuat seseorang dapat merasakan sesuatu. Terkadang perasaan itu tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Senang, susah, sedih, gugup, marah, bangga, sakit, bahagia merupakan perasaan umum yang ada pada setiap orang.

Tak bisa dilihat, tak bisa disentuh, tidak dapat diraba, tidak pula dapat didengar. Kita dibuat semangat, senang, bahagia, terasa melayang, terkadang dunia ini serasa milik kita. Tapi di sisi lain dia dapat membuat seseorang sedih, marah, kesal, jengkel, sebal bahkan benci. Itulah cinta dan hanya bisa dirasakan dengan hati.

Bila seseorang sedang jatuh cinta tentu ia berharap gayung bersambut. Mau makan, mau tidur atau melakukan aktivitas lainnya, selalu teringat orang yang dicinta, itulah cinta.

Mencintai itu indah, tapi lebih indah bila dicintai dan jauh lebih indah bila saling mencintai. Tapi apakah cinta pada setiap orang sama? Tidak. Setiap orang memiliki rasa cinta yang berbeda. Entah cinta kepada pasangannya, keluarga, teman, benda, atau lainnya.

Sekarang ini cinta identik dengan seks. Kebanyakan pria mengungkapkan rasa cinta pada wanita, karena menginginkan seks. Sedangkan wanita memberikan seks karena menginginkan cinta dari si pria. Banyak sekali pria di dunia ini yang hanya memanfaatkan wanita hanya untuk mendapatkan seks. Berbagai cara pun dilakukan untuk menaklukkan hati si wanita. Mulai dengan modal tampang, harta, jabatan, dan lainnya. Wanita pun begitu, mereka berusaha mendapatkan perhatian dari si pria dengan kecantikan wajah, lekuk tubuh, suara yang lembut atau dengan cara lain. Semua itu wajar saja di lakukan selama tidak merugikan orang lain, karena memang di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Seperti air dan api, siang dan malam, panas dan dingin, pria dan wanita. Sudah kodrat manusia untuk saling menarik perhatian dengan lawan jenis.

Tapi kita sering lupa atau tidak tahu bahwa sebenarnya cinta itu mencakup keseluruhan dan ada cinta yang jauh lebih penting dan patut ditanam dalam diri kita. Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua, keluarga, teman, lingkungan, bangsa dan negara. Hakekat cinta yang sebenarnya adalah cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan cinta yang sesungguhnya. Dia yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Dia yang menghidupkan dan mengambil kembali. Dia yang Maha membolak-balikkan hati dan Ia Maha segalanya. Tidak ada yang patut disembah selain Dia.

Setiap agama memiliki aturan sendiri. Agama mengajarkan kebaikan. Di dunia ini ada orang yang beragama ada pula yang berpaham komunis. Orang komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Mereka hanya yakin mereka hidup karena sudah hukum alam dan mereka tidak mempercayai bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawabannya setelah meninggal. Sedangkan kita yang beragama yakin bahwa setelah mati ada kehidupan selanjutnya. Di mana kita akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia.

Sebagai orang yang beragama kita patut mensyukuri apa yang kita miliki. Iman, kesehatan, kecerdasan, kekayaan, dan nikmat-nikmat lain yang begitu banyak Ia berikan pada kita semua. Nikmat-nikmat itu tidak akan dapat dicatat semua walau Bumi jadi kertasnya dan lautan jadi tintanya.

Lalu apakah kita telah mensyukuri? Atau malah mengingkari? Mensyukuri itu memang tidak mudah. Tapi dengan mudahnya kita sering mengingkari. Sepatutnyalah sebagai orang beragama kita mensyukurinya dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi semua larangan Tuhan Yang Maha Esa. Dan harus dibuktikan dengan perkataan, perbuatan dan tindakan meskipun sangat sulit menjalankannya seratus persen (sejujurnya saya pun belum bisa menjalankannya secara maksimal). Semua butuh proses dan alangkah baiknya jika dari waktu ke waktu grafiknya terus meningkat jangan selalu datar apalagi turun.

Sembilan bulan kita berada dalam kandungan ibu. Setelah lahir kita dirawatnya dengan penuh kasih sayang. Bapak bekerja banting tulang setiap hari untuk menafkahi keluarga. Cinta mereka terhadap anak-anaknya begitu besar. Anak tidak akan dapat membalas jasa-jasa orang tua sampai kapan pun. Sebagai anak tentu kita mencintai mereka. Hanya saja sebesar apa cinta kita terhadap mereka. Ridho Allah SWT tergantung ridho orang tua, artinya Allah memerintahkan kita untuk selalu menghormati, menyayangi, dan mencintai mereka dengan sepenuh hati. Sebagaimana mereka menyayangi kita dengan kasih sayang yang tak terbatas. Jaga ucapan, perangai, perbuatan kita jangan sampai menyakiti perasaan hati orang tua. Kita wajib membuat mereka senang, bahagia dengan berbagai cara selama cara itu diridhai oleh Allah SWT.

Keluarga adalah mutiara paling berharga, harta tak ternilai, rumah paling indah. Keluargalah yang paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Hidup tanpa keluarga tidak ada artinya. Coba bayangkan tinggal di rumah yang sangat mewah, serba berlebih tetapi dalam suasana keluarga yang tidak harmonis. Kurang atau tidak mendapat perhatian dari kedua orang tua, kakak, maupun saudara lainnya karena mereka terlalu sibuk bekerja. Keadaan rumah yang sepi dari canda tawa, keriangan, kegembiraan, dan kebahagiaan batiniah yang rasanya melebihi dari kesehatan jasmaniah. Tentu merasa sangat sedih dan tidak ingin tinggal dalam suasana keluarga seperti itu. Tetapi coba kita bayangkan bila kita tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari bilik bambu dengan suasana keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, kerianggembiraan, canda tawa, kenyamanan dan ketentraman hati yang penuh dengan kebahagiaan tentu dunia ini akan menjadi terasa sangat indah. Karena itulah mengapa keluarga merupakan mutiara paling berharga, harta tak ternilai, dan rumah paling indah.

Teman juga termasuk salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembentukkan kepribadian seseorang. Bergaul dengan tukang minyak wangi kecipratan wanginya, bergaul dengan tukang ikan kecipratan bau amis ikan. Kita harus extra hati-hati dalam memilih teman tapi bukan berarti membeda-bedakan dalam berteman, karena jika tidak bila kita salah bergaul bisa-bisa kita terjerumus ke dalam hal-hal negatif. Sebisa mungkin mencari teman yang dapat memberi pengaruh positif pada kita dan semaksimal mungkin kita dapat membawa pengaruh yang positif pula pada teman kita. Tapi bukan berarti kita tidak boleh berteman dengan orang yang sering melakukan hal negatif, karena bagaimanapun juga memiliki satu musuh itu sudah banyak tetapi memiliki seratus teman masih kurang. Bila kita memilki teman yang sering melakukan hal negatif paling tidak kita hanya berteman atau bergaul dengan mereka saat mereka melakukan hal yang positif saja dan ketika mereka sedang melakukan hal negatif maka kita ingatkan mereka bahwa yang mereka lakukan itu salah tetapi bila tidak di gubris tinggalkan saja.

Cintailah lingkungan, mulai dari keluarga, rumah, sekitar tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dan lingkungan lainnya. Karena dengan mencintai lingkungan kita akan selalu berusaha menjaga lingkungan agar tetap bersih, indah, asri dan sehat. Meskipun pada kenyataannya
sering bertolak belakang dengan apa yang di harapkan. Tapi paling tidak tanamkan dalam lubuk hati yang paling dalam bahwa kita cinta pada lingkungan dan realisasikan dengan perkataan, perbuatan dan tindakan. Mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan mulai saat ini.

Belakangan ini rasa cinta pada tanah air sepertinya semakin berkurang. Ini terbukti ketika saya sedang duduk dengan teman saya dan saat itu kami melihat bendera merah putih dan saya bertanya pada teman saya, bagaimana menurut kamu dengan bendera Merah Putih? Saya terkejut ketika mendengar jawabannya. Dia bilang " ahh bendera Merah Putih ga ada maknanya bagi gua. " Kurang lebih seperti itu. Padahal kalau kita menilik ke belakang dibalik berkibarnya Sang Saka Merah Putih sudah sepatutnya kita memilki rasa hormat yang sangat terhadap bendera Merah Putih. Meskipun bendera tersebut hanya berwarna Merah dan Putih, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Merah adalah warna darah kita dan putih adalah warna tulang kita. Dan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di ujung tiang tertinggi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar yang dilakukan selama ratusan tahun oleh para pahlawan kita di masa lalu. Mereka dengan gigih memperjuangkan bangsa ini agar terbebas dari penjajahan dan mengibarkan Merah Putih di ujung tiang tertinggi dengan mempertaruhkan nyawa mereka demi kemerdekaan bangsa ini. Untuk itulah sudah sepatutnya kita mencintai dan menghormati para pahlawan kita serta bendera Merah Putih dan bangga melihat bendera Merah Putih berkibar di ujung tiang tertinggi.
Remaja 7233365742194697801

Post a Comment

Bekomentarlah dengan baik, penulis akan menghapus komentar jika
1. Menyantumkan Link di dalam kotak komentar
2. Tidak sesuai Isi
3. SPAMMING

emo-but-icon

Home item